Selasa, 30 Desember 2014

Review Korean BBQ Restaurant Chung Gi Wa


Hiii..my first blog muehhehehe


Minggu siang ini ceritanya mau ketemuan sama koko dan pacarnya di sebuah salah satu pusat perbelanjaan di Kawaraci. Karena kami (gw dan tante2 gw) datang lebih awal,  jadilah kita nunggu mereka di food court pusat perbelanjaan tersebut yang terletak di lantai paling atas. Gak lama kita nunggu, datenglah koko gw dan pacarnya menghampiri kita.
“Mau makan siang dimana nih? Kayaknya itu enak tuh,” kata tante gw sambil nunjuk salah satu stand penjual makanan.
“Ah itu ga enak, mahal lagi cuma 2 lauk sama 1 minum aja bisa 40 ribu, yang enak tuh dibawah ada restoran Korea baru buka.” jawab koko gw.
“Enakkan mana sama HanGook? tanya gw.
“Enakkan sini lah”
“Emang uda pernah makan?” tanya tante gw
“Belom sih.”
Zzzzz *gw pasang poker face*
“nama restonya apa sih? SamWon House?”
“bukann..apa yah namanya susah...” jawab pacarnya
“oohh Chung Gi Wa” katanya
*dalem ati* kayaknya gw pernah denger tu resto..
“Yauda kalo mau nyoba mah..”
Turun lah kita ke bawah menuju resto Korea yang baru buka itu.

Pas sampai di depan restonya, kita lihat menunya dulu yang terpampang di depan resto sambil disambut oleh pelayan.
“kalau pesen dagingnya 2 jenis, bisa free japchae (soun korea) atau jeon (korean pancake)” kata si pelayan.
Setelah kita lihat-lihat menunya, akhirnya kita memutuskan untuk masuk ke dalam. Pas masuk, kita disambut pelayan yang memakai baju hijau dan celemek (bahasa indonesia yg bagusnya apa yah) sambil teriak, Eososeyooooooo.......”. Kalo dalam bahasa korea artinya selamat datang (gak sia-sia juga gw suka nonton drama dan varshow Korea)

Suasana restorannya bertema kayu-kayuan, jadi semuanya serba kayu, mejanya saja seperti dari batangan pohon. Restoran ini memang khusus Korean BBQ jadi di semua meja terdapat alat panggangannya dan mesih penghisap asap yang menggantung di setiap atas panggangan (mungkin supaya asapnya gak keluar kemana-mana kali ya). Di mejanya juga sudah tersedia minuman dingin (seperti teh) dan gelas sesuai jumlah tamunya


Sesudah menempati tempat duduknya masing-masing, kami lihat menunya lagi untuk memilih daging apa yang kita pesan. Menunya berisikan macam-macam jenis daging BBQ, dari daging babi (samgyupsal, ogyupsal, etc) sampai daging sapi (wagyu, bulgogi, etc), bibimbap (nasi campur ala korea), japchae, jeon, naengmyeon (cold noodle), seoleongtang (seperti sup iga), kimchi jigae (like a stew), sundubu jigae, squid fried rice (ojingo bokumbap) dan beberapa menu lainnya yang gak gw inget semua. Menunya sih gak terlalu banyak, tapi nama-namanya yang susah diinget. Setelah melakukan diskusi meja kayu, akhirnya kita menetapkan untuk memilih satu porsi daging sapi wagyu, satu porsi bulgogi (beef marinated with secret sauce), nasinya empat (moto kita adalah kalau gak makan nasi namanya belum makan hahaa), sundubu jigae (sup tahu with rice) serta freenya kita memilih japchae (kami butuh karbohidrat lols).

Gak lama kemudian, seorang pelayan lelaki datang sambil membawa arang yang sedang menyala (bawanya pakai capitan kok) dan dimasukkan ke bagian bawah alat pemanggang. Lalu, datanglah pelayan sambil membawa piring-piring kecil yang tiba-tiba baunya sungguh menusuk hidung gw dan itu adalah berbagai macam jenis banchan (side dish) yang lumayan banyak serta bumbu cocolan yang terdiri dari tiga jenis salah satunya yang gw tau itu doenjang (tauconya korea).





Setau gw, banchan itu biasanya terdiri dari kimchi, jeon (pancake), lobak, dan sayuran lainnya yang teliah diasinkan (kalau di indo disebutnya acar). Gw sendiri aja gak suka yang namanya acar. Tapi ga tau kenapa karena gw suka nonton drama atau varshow Korea yang suka menampilkan mereka makan dengan kimchi dan gw jadi ngiler pengen makan juga padahal pas gw nyobain kimchi, di lidah gw tuh ga cocok..terasa aneh gitu asem-asem asin gak jelas. Tapi yaa balik lagi karena gw suka melihat orang korea makan kimchi lahap banget , jadi gw kepengen ikut makan juga dan sambil eneg juga sih makannya tapi ditahan-tahanin juga (aneh yah gw).

Muncul lagi satu piring besar yang berisi bermacam-macam daun seperti daun selada, daun kol, daun mint, cabai hijau besar, dan beberapa potong bawang putih. Btw, gak lama muncul wanita datang menghampiri meja kami sambil mendekatkan tangannya ke panggangan untuk merasakan suhu panggangan apakah sudah cukup panas atau belum sambil ngomong bahasa indo yang berlogat korea (ternyata itu yang punyanya). Orang itu bilang, katanya bawang putih dan cabai hijaunya dipanggang dulu ya supaya gak bau di mulut kalau dimakan, bagus loh buat kulit.

Ohya, orang  itu juga langsung ambil bawang putih dan cabai hijaunya dipanggangin sendiri langsung sama dia, padahal uda ada pelayan yang ngelayanin kita. Seneng dong kita, dilayani sama yang punya resto. Tapi selanjutnya untuk daging yang panggangin ya pelayannya lol. Daging yang berukuran besar (wagyu) dalam satu porsi berisi dua potong (cukup besar kok) yang dipanggang sambil dipotong kecil-kecil oleh pelayannya. Btw, daging yang ini ga pakai bumbu. Kalau daging bulgogi, sudah berupa irisan daging dengan daun bawang yang sudah diberi bumbu juga langsung dipanggangkan. 

Lihat lebih dekat yukk
Sebenernya yg panggangin bawang putih dan cabai hijaunya itu sang owner, tapi dilanjutkan oleh pelayannya
Tak lama kemudian datanglah sundubu jigae dan japchae. Japchae dalam satu porsi berisi cukup banyak untuk kita makan berlima. Mulailah gw comot dulu japchaenya dan ternyata rasanya enak juga. Soalnya denger-denger japchae itu ga enak. Japchae itu soun gorengnya korea yang terdiri atas sayuran yang diiris tipis (wortel dan sayuran lainnya *gak perhatiin*) dan diatasnya ditaburi biji wijen. Pas dimakan, rasanya gurih, manis, asin, dan satu hal yang menjadi ciri khas bumbu masakkan korea yaitu minyak wijen.


Next, gw cobain sundubu jigae. Dari warnanya sudah menggugah selera yaitu merah yang gw pikir rasanya bakalan pedas banget serta banyaknya tahu dalam satu porsi itu. Sundubu jigae disajikan dengan panci kecil berwarna keemasan seperti panci-panci yang digunakan untuk makan ramyeon (mie instant) di drama korea yang sering kita tonton. Menurut gw sih pancinya kekecilan yah karena untuk panci yang kecil tapi berisi banyak tahu, kuahnya sih terlalu sedikit. Kalau gw yg punya restonya sih (ngarep) bakal ditempatkan di hotpot dan disajikan  dalam keadaan mendidih.


Oke, fokus. Pas gw cobainya supnya, ternyata diluar dari apa yg ekspektasinya. Gw kira rasanya bakal asem-asem pedas, ternyata biasa saja kurang “nendang” tetapi not bad sih. Nah, saatnya masuk ke main menu yaitu BBQ. Daging sudah matang saatnya makaannnn..... 

Wagyu sedang dimasak
Btw, pas daging yang dipanggangin sama pelayannya sudah matang, arangnya segera diangkat lagi, mungkin supaya gak bahaya kali ya. Dari apa yg gw pelajari di drama korea, cara memakan daging BBQnya yaitu dengan daun selada yang kita taruh di tangan kiri, kemudian kita ambil dagingnya dengan sumpit, ditaruh diatas daun selada, kemudian ambil bawang putih, kimchi, daun mint, bumbu doenjang dan bungkus semuanya menjadi satu “buntelan” dan masukkan kedalam mulut anda. Namun, tidak semua tahap itu gw lakukan. Gw cuma ambil selada, daging, kimchi, sejumput nasi, dan doenjang kemudian dibungkus dan masukkan kedalam mulut. Ternyata enak juga sih, kimchinya tidak terlalu berasa asam dan smelling (kalau dicampur sama daging yah). Langkah tersebut terus berulang sampai daging habis.

Anyway, minuman yang mereka sudah sediakan di meja itu warnanya sepeti teh, namun pas dicoba gak kayak teh sih yang sering kita minum..tapi bukan air putih juga dan gw juga bingung mendeskripsikannya seperti apa. Mungkin itu teh khas korea kali ya beda sama teh di indonesia. Satu lagi, selain free, bisa reffil juga minumnya. Sebenernya sih terdapat jenis minuman lain pada umumnya, tapi karena ada yang free, kenapa tidak =p

Range harga untuk makanannya dari 50rb-200rb. Kalau untuk minuman sih gw gak liat karena sudah terpampang yang free =P
Karena ini pertama kalinya gw nyobain Korean BBQ jadi kesimpulannya:
(-) Agak mahal untuk porsi yang gak terlalu banyak                                                                                      
(-) Meja kayunya dibagian kaki terlalu besar sehingga orang yang duduk dipojok, kakinya tidak bisa leluasa      akibat kaki meja yang telalu besar #curcol
(-) Side dish yang kurang banyak. Setau gw sih seharusnya side dish makanan korea tuh banyak banget
(-) Coba ditambahin lagi menunya ya..

(+) Dagingnya super enak, gak alot dan memanggang dagingnya juga pas.
(+) Reffil minuman yang sudah disediakan
(+) Suasana yang nyaman dan pelayan yang siap sedia kalau kita mau minta sesuatu
(+) Seladanya juga bisa nambah lohhh
(+) Owner sevice. Kesenangan sendiri loh dimasakkin sama ownernya langsung. Jadi ownernya juga turut           membantu, mungkin karena baru grand opening kali ya. coba next time kesana lagi ownernya muncul           gak ya lol
(+) Service pelayannya juga memuaskan karena selalu siaga kalau kita butuh sesuatu.

Me and my aunties

Me, Aunties, Bro and his gf (ketutupan)
Akhirnya makan siang ini selesai juga, dan kita ke kasir untuk bayar. Ternyata di meja kasir terpampang layar cctv di dalam resto loh.. (norak), dan satu layar lagi seperti layar komputer namun modelnya agak gak umum dengan merk ASUS terpampang gambar meja, nomor meja, ketersediannya (availability) serta jumlah harga yang dipesan tamu meja tersebut. Kok keren sih..maklum baru liat yang kayak gini.Selesai sudah coba-coba untuk resto yang baru buku ini. Tunggu coba-coba lainnya ya ^^