Hiii..my first blog muehhehehe
Minggu siang ini ceritanya mau ketemuan sama koko dan pacarnya di sebuah salah satu pusat perbelanjaan di Kawaraci. Karena kami (gw dan tante2 gw) datang lebih awal, jadilah kita nunggu mereka di food court pusat perbelanjaan tersebut yang terletak di lantai paling atas. Gak lama kita nunggu, datenglah koko gw dan pacarnya menghampiri kita.
“Mau makan siang dimana nih?
Kayaknya itu enak tuh,” kata tante gw sambil nunjuk salah satu stand penjual
makanan.
“Ah itu ga enak, mahal lagi cuma
2 lauk sama 1 minum aja bisa 40 ribu, yang enak tuh dibawah ada restoran Korea
baru buka.” jawab koko gw.
“Enakkan mana sama HanGook? tanya
gw.
“Enakkan sini lah”
“Emang uda pernah makan?” tanya
tante gw
“Belom sih.”
Zzzzz *gw pasang poker face*
“nama restonya apa sih? SamWon
House?”
“bukann..apa yah namanya susah...”
jawab pacarnya
“oohh Chung Gi Wa” katanya
*dalem ati* kayaknya gw pernah
denger tu resto..
“Yauda kalo mau nyoba mah..”
Turun lah kita ke bawah menuju
resto Korea yang baru buka itu.
Pas sampai di depan restonya,
kita lihat menunya dulu yang terpampang di depan resto sambil disambut oleh
pelayan.
“kalau pesen dagingnya 2 jenis,
bisa free japchae (soun korea) atau jeon (korean pancake)” kata si pelayan.
Setelah kita lihat-lihat menunya,
akhirnya kita memutuskan untuk masuk ke dalam. Pas masuk, kita disambut pelayan
yang memakai baju hijau dan celemek (bahasa indonesia yg bagusnya apa yah) sambil teriak, “Eososeyooooooo.......”. Kalo dalam bahasa
korea artinya selamat datang (gak sia-sia juga gw suka nonton drama dan varshow
Korea)
Suasana restorannya bertema kayu-kayuan, jadi semuanya serba kayu, mejanya saja seperti dari
batangan pohon. Restoran ini memang khusus Korean BBQ jadi di semua meja
terdapat alat panggangannya dan mesih penghisap asap yang menggantung di setiap
atas panggangan (mungkin supaya asapnya gak keluar kemana-mana kali ya). Di
mejanya juga sudah tersedia minuman dingin (seperti teh) dan gelas sesuai jumlah tamunya
Sesudah menempati tempat duduknya
masing-masing, kami lihat menunya lagi untuk memilih daging apa yang kita
pesan. Menunya berisikan macam-macam jenis daging BBQ, dari daging babi
(samgyupsal, ogyupsal, etc) sampai daging sapi (wagyu, bulgogi, etc), bibimbap
(nasi campur ala korea), japchae, jeon, naengmyeon (cold noodle),
seoleongtang (seperti sup iga), kimchi jigae (like a stew), sundubu jigae, squid fried rice (ojingo bokumbap)
dan beberapa menu lainnya yang gak gw inget semua. Menunya sih gak terlalu
banyak, tapi nama-namanya yang susah diinget. Setelah melakukan diskusi meja
kayu, akhirnya kita menetapkan untuk memilih satu porsi daging sapi wagyu, satu
porsi bulgogi (beef marinated with secret sauce), nasinya empat (moto kita adalah kalau gak makan nasi namanya belum
makan hahaa), sundubu jigae (sup tahu with rice) serta freenya kita memilih
japchae (kami butuh karbohidrat lols).
Gak lama kemudian, seorang
pelayan lelaki datang sambil membawa arang yang sedang menyala (bawanya pakai
capitan kok) dan dimasukkan ke bagian bawah alat pemanggang. Lalu, datanglah pelayan sambil membawa piring-piring kecil yang tiba-tiba
baunya sungguh menusuk hidung gw dan itu adalah berbagai macam jenis
banchan (side dish) yang lumayan banyak serta bumbu cocolan yang terdiri dari
tiga jenis salah satunya yang gw tau itu doenjang (tauconya korea).
![]() |

Setau gw,
banchan itu biasanya terdiri dari kimchi, jeon (pancake), lobak, dan sayuran
lainnya yang teliah diasinkan (kalau di indo disebutnya acar). Gw sendiri aja
gak suka yang namanya acar. Tapi ga tau kenapa karena gw suka nonton drama atau
varshow Korea yang suka menampilkan mereka makan dengan kimchi dan gw jadi ngiler pengen
makan juga padahal pas gw nyobain kimchi, di lidah gw tuh ga cocok..terasa
aneh gitu asem-asem asin gak jelas. Tapi yaa balik lagi karena gw suka melihat
orang korea makan kimchi lahap banget , jadi gw kepengen ikut makan juga dan
sambil eneg juga sih makannya tapi ditahan-tahanin juga (aneh yah gw).
Muncul lagi satu piring besar
yang berisi bermacam-macam daun seperti daun selada, daun kol, daun mint, cabai
hijau besar, dan beberapa potong bawang putih. Btw, gak lama muncul wanita datang menghampiri meja kami sambil mendekatkan tangannya ke panggangan untuk merasakan suhu panggangan apakah sudah cukup panas
atau belum sambil ngomong bahasa indo yang berlogat korea (ternyata itu yang
punyanya). Orang itu bilang, katanya bawang putih dan cabai hijaunya dipanggang
dulu ya supaya gak bau di mulut kalau dimakan, bagus loh buat kulit.
Ohya, orang itu juga langsung
ambil bawang putih dan cabai hijaunya dipanggangin sendiri langsung sama dia,
padahal uda ada pelayan yang ngelayanin kita. Seneng dong kita, dilayani sama
yang punya resto. Tapi selanjutnya untuk daging yang panggangin ya pelayannya lol. Daging yang berukuran besar (wagyu) dalam satu porsi berisi dua potong
(cukup besar kok) yang dipanggang sambil dipotong kecil-kecil oleh pelayannya. Btw, daging yang ini ga pakai bumbu. Kalau daging bulgogi, sudah berupa irisan daging dengan daun bawang yang sudah
diberi bumbu juga langsung dipanggangkan.
![]() |
| Lihat lebih dekat yukk |
![]() |
| Sebenernya yg panggangin bawang putih dan cabai hijaunya itu sang owner, tapi dilanjutkan oleh pelayannya |
Tak lama kemudian datanglah sundubu
jigae dan japchae. Japchae dalam satu porsi berisi cukup banyak untuk kita
makan berlima. Mulailah gw comot dulu japchaenya dan ternyata rasanya enak juga. Soalnya
denger-denger japchae itu ga enak. Japchae itu soun gorengnya korea yang
terdiri atas sayuran yang diiris tipis (wortel dan sayuran lainnya *gak
perhatiin*) dan diatasnya ditaburi biji wijen. Pas dimakan, rasanya gurih,
manis, asin, dan satu hal yang menjadi ciri khas bumbu masakkan korea yaitu
minyak wijen.
Next, gw cobain sundubu jigae.
Dari warnanya sudah menggugah selera yaitu merah yang gw pikir rasanya bakalan
pedas banget serta banyaknya tahu dalam satu porsi itu. Sundubu
jigae disajikan dengan panci kecil berwarna keemasan seperti panci-panci yang
digunakan untuk makan ramyeon (mie instant) di drama korea yang sering kita
tonton. Menurut gw sih pancinya kekecilan yah karena untuk panci yang kecil
tapi berisi banyak tahu, kuahnya sih terlalu sedikit. Kalau gw yg punya
restonya sih (ngarep) bakal ditempatkan di hotpot dan disajikan dalam keadaan mendidih.
Oke, fokus. Pas gw
cobainya supnya, ternyata diluar dari apa yg ekspektasinya. Gw kira rasanya
bakal asem-asem pedas, ternyata biasa saja kurang “nendang” tetapi not bad
sih. Nah, saatnya masuk ke main menu yaitu BBQ. Daging sudah matang saatnya
makaannnn.....
![]() |
| Wagyu sedang dimasak |
Btw, pas daging yang dipanggangin sama pelayannya sudah matang,
arangnya segera diangkat lagi, mungkin supaya gak bahaya kali ya. Dari apa yg gw pelajari di drama
korea, cara memakan daging BBQnya yaitu dengan daun selada yang kita taruh di
tangan kiri, kemudian kita ambil dagingnya dengan sumpit, ditaruh diatas daun
selada, kemudian ambil bawang putih, kimchi, daun mint, bumbu doenjang dan
bungkus semuanya menjadi satu “buntelan” dan masukkan kedalam mulut anda.
Namun, tidak semua tahap itu gw lakukan. Gw cuma ambil selada, daging, kimchi,
sejumput nasi, dan doenjang kemudian dibungkus dan masukkan kedalam mulut.
Ternyata enak juga sih, kimchinya tidak terlalu berasa asam dan smelling (kalau dicampur sama daging yah). Langkah tersebut terus berulang sampai daging habis.
Anyway, minuman yang mereka sudah
sediakan di meja itu warnanya sepeti teh, namun pas dicoba gak kayak teh sih
yang sering kita minum..tapi bukan air putih juga dan gw juga bingung
mendeskripsikannya seperti apa. Mungkin itu teh khas korea kali ya beda sama
teh di indonesia. Satu lagi, selain free, bisa reffil juga minumnya. Sebenernya
sih terdapat jenis minuman lain pada umumnya, tapi karena ada yang free, kenapa
tidak =p
Range harga untuk makanannya dari
50rb-200rb. Kalau untuk minuman sih gw gak liat karena sudah terpampang yang
free =P
Karena ini pertama kalinya gw
nyobain Korean BBQ jadi kesimpulannya:
(-) Agak mahal untuk porsi yang
gak terlalu banyak
(-) Meja kayunya dibagian kaki
terlalu besar sehingga orang yang duduk dipojok, kakinya tidak bisa leluasa akibat kaki meja yang telalu besar #curcol
(-) Side dish yang kurang banyak. Setau gw sih seharusnya side dish makanan korea tuh banyak banget
(-) Coba ditambahin lagi menunya
ya..
(+) Dagingnya super enak, gak
alot dan memanggang dagingnya juga pas.
(+) Reffil minuman yang sudah
disediakan
(+) Suasana yang nyaman dan
pelayan yang siap sedia kalau kita mau minta sesuatu
(+) Seladanya juga bisa nambah
lohhh
(+) Owner sevice. Kesenangan
sendiri loh dimasakkin sama ownernya langsung. Jadi ownernya juga turut membantu, mungkin karena baru grand opening kali ya. coba next time kesana lagi
ownernya muncul gak ya lol
(+) Service pelayannya juga
memuaskan karena selalu siaga kalau kita butuh sesuatu.
![]() |
| Me and my aunties |
![]() |
| Me, Aunties, Bro and his gf (ketutupan) |
Akhirnya makan siang ini selesai
juga, dan kita ke kasir untuk bayar. Ternyata di meja kasir terpampang layar
cctv di dalam resto loh.. (norak), dan satu layar lagi seperti layar komputer
namun modelnya agak gak umum dengan merk ASUS terpampang gambar meja, nomor
meja, ketersediannya (availability) serta jumlah harga yang dipesan tamu meja
tersebut. Kok keren sih..maklum baru liat yang kayak gini.Selesai sudah coba-coba untuk resto yang baru buku ini. Tunggu coba-coba lainnya ya ^^








